16 Mei 2011

9 KECEMASAN DALAM OLAHRAGA

MATERI 9
KECEMASAN ATLET
A. Latar Belakang Masalah
Ronge (dalam Setyobroto, 2002) menyebutkan manusia sebagai suatu organisme, sering mengikuti hukum-hukum biologi, hukum-hukum alam pikir, rasa keadilan dan sebagainya. Perasaan atau emosi memegang peranan penting dalam hidup manusia. Semua gejala emosional seperti rasa takut, marah, cemas, stres, penuh harap, rasa senang dan sebagainya dapat mempengaruhi perubahan-perubahan kondisi fisik seseorang. Perasaan atau emosi dapat memberi pengaruh-pengaruh fisiologik seperti ketegangan otot, denyut jantung, peredaran darah, pernafasan dan berfungsinya kelenjar-kelenjar hormon tertentu.
Baca Selengkapnya →9 KECEMASAN DALAM OLAHRAGA

8 KEDISIPLINAN DALAM OLAHRAGA

MATERI 8
KEDISIPLINAN ATLET
A. Pengendalian Diri
Pengendalian diri yang di maksud di sini adalah atlet dapat mengendalikan dirinya dalam berolahraga. Pengendalian diri yang menyangkut kondisi psikologis atlet adalah kemampuan mengendalikan pikiran dan perasaan yang dilakukan pada saat pertandingan (KONI, 1999:46). Secara sederhana disiplin berarti kontrol penguasaan diri terhadap impuls kepada suatu cita-cita atau tujuan tertentu untuk mencapai dampak yang lebih besar (Husdarta, 2010: 91).
Baca Selengkapnya →8 KEDISIPLINAN DALAM OLAHRAGA

7 KONSENTRASI DALAM OLAHRAGA

MATERI 7
KONSENTRASI
A. Fokus dan Konsentrasi
Fokus dan konsentrasi merupakan aspek yang demikian penting dalam olahraga, tidak hanya dalam pertandingan tetapi juga pada saat berlatih. Kehilangan konsentrasi dalam sekejap dapat menyebabkan seorang atlet kehilangan gelar juara. Pengertian konsentrasi adalah pemusatan perhatian pada suatu obyek, juga merupakan kemampuan pikiran sepenuhnya untuk suatu tugas atau pekerjaan tertentu (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989:456), sedangkan menurut Gautshi (1990:9) konsentrasi adalah pemusatan perhatian pada suatu obyek, juga merupakan kemampuan pikiran sepenuhnya untuk suatu tugas atau pekerjaan tertentu. Dengan demikian diperoleh gambaran tentang fokus dan konsentrasi (Satiadarma, 2000: 229)
Baca Selengkapnya →7 KONSENTRASI DALAM OLAHRAGA

6 KEPERCAYAAN DIRI DALAM OLAHRAGA

BAB 6
KEPERCAYAAN DIRI ATLET
A. Definisi Kepercayaan Diri
Apa yang terjadi jika seorang atlet merasa kehilangan kepercayaan dirinya? Kalah sebelum bertanding mungkin akan menjadi hasil yang di dapat. Namun, bagaimana jika ada atlet mempunyai rasa percaya diri yang berlebih? Kekalahan akan membuatnya runtuh seketika.
Baca Selengkapnya →6 KEPERCAYAAN DIRI DALAM OLAHRAGA

5 MOTIVASI DALAM OLAHRAGA

BAB 5
MOTIVASI ATLET

A. Motivasi: Bahan Bakar Prestasi

Penampilan seorang atlet tidak bisa dilepaskan dari daya dorong yang dia miliki. Sederhananya, semakin besar daya dorong yang dimiliki, maka penampilan akan semakin optimal, tentu saja jika ditunjang dengan kemampuan teknis dan kemampuan fisik yang memadai. Daya dorong itulah yang biasa disebut dengan motivasi. Menurut Hodgetts dan Richard (2002) motif adalah sesuatu yang berfungsi untuk meningkatkan dan mempertahankan serta menentukan arah dari perilaku seseorang.
Baca Selengkapnya →5 MOTIVASI DALAM OLAHRAGA

4 PERSONALITAS DAN OLAHRAGA

PERSONALITAS DAN OLAHRAGA[1]
Made Pramono, S.S., M.Hum.
A. KEPRIBADIAN ATLIT
Di antara persoalan-persoalan paling mendasar yang dihadapi psikologi, salah satunya adalah pertanyaan “mengapa kita semua berbeda”? Tentu saja dengan cara serupa kita semua memiliki banyak kesamaan, misalnya dalam struktur otak kita dan mekanisme persepsi dan memori. Bagaimanapun terdapat perbedaan besar di antara individu-individu dalam cara berpikirnya, dalam merasa, dan mengerjakan sesuatu di situasi yang bereda. Psikologi kepribadian berkaitan dengan perbedaan-perbedaan individual ini.
Baca Selengkapnya →4 PERSONALITAS DAN OLAHRAGA

3 ASPEK PSIKOLOGI OLAHRAGA

BAB 3
ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS DALAM OLAHRAGA
A. Aspek-aspek Psikologis yang berperan dalam Olahraga
Pengaruh faktor psikologis pada atlet akan terlihat dengan jelas pada saat atlet tersebut bertanding. Tingkah laku olah raga sering menujukkan gejala-gejala khusus yang berbeda dengan tingkah laku manusia yang tidak berolah raga. Tingkah laku individu terjadi karena interaksi dalam lingkungan sekitar.
Baca Selengkapnya →3 ASPEK PSIKOLOGI OLAHRAGA

2 PENGERTIAN & SEJARAH PSIKOLOGI OLAHRAGA

BAB 2
PENGERTIAN DAN SEJARAH PSIKOLOGI OLAHRAGA

A. Pengertian Psikologi Olahraga

1. Apakah Psikologi Olahraga?
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya, mulai dari perilaku sederhana sampai yang kompleks. Perilaku manusia ada yang disadari, namun ada pula yang tidak disadari, dan perilaku yang ditampilkan seseorang dapat bersumber dari luar ataupun dari dalam dirinya sendiri.
Baca Selengkapnya →2 PENGERTIAN & SEJARAH PSIKOLOGI OLAHRAGA

1 PENGERTIAN PSIKOLOGI (UMUM)

BAB I
PENGERTIAN DAN SEJARAH PSIKOLOGI (UMUM)
A. Psikologi, Jiwa, dan Perilaku
Kata Psikologi berasal dari bahasa Inggris Psychology, yang berakar dari paduan bahasa Yunani “Psyche” (= jiwa, meniup) dan “logos” (=nalar, ilmu). Dalam mitologi Yunani Kuno, Psyche adalah seorang gadis cantik bersayap seperti kupu-kupu. Jiwa dilambangkan dengan gadis jelita, sedangkan kupu-kupu melambangkan keabadian. Apabila diartikan secara harfiah dari etimologi ini maka Psikologi berarti Ilmu Jiwa.
Baca Selengkapnya →1 PENGERTIAN PSIKOLOGI (UMUM)

12 Januari 2011

DRAFT NILAI AKHIR FILSAFAT ILMU PENKEP

Berikut saya lampirkan draft nilai akhir Filsafat Ilmu untuk mahasiswa Pendidikan Kepelatihan FIK Unesa tahun akademik 2010/2011. Silahkan diunduh di sini dan dicermati beberapa hal sbb:
1. Nilai ini saya anggap final bila sampai dengan 19 Januari 2011 tidak ada keberatan dari mahasiswa.
2. Mahasiswa yang merasa keberatan, silahkan langsung menghubungi saya via SMS di 081357635674 dan menerangkan isi keberatannya. Saya tidak berkewajiban membalas, tetapi akan mempertimbangkan keberatan.
3. Hal-hal yang belum jelas silahkan langsung menghubungi saya via HP di atas.

Keep Smart,

Made Pramono
Baca Selengkapnya →DRAFT NILAI AKHIR FILSAFAT ILMU PENKEP

16 Oktober 2010

LKMM PRA TD 2010

Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa merupakan cetusan ide seorang dosen UI yang kemudian dikonseptualisasikan secara nasional oleh Dirjen Dikti sebagai wujud program yang memungkinkan pertanggungjawaban kepemimpinan mahasiswa dapat terwujud. Tahapan berjenjang dari program LKMM ini ditetapkan sebagai berikut:

























Khusus untuk LKMM Pra TD, berikut tabel materinya:




























(Klik pada gambar untuk memperjelas)...
....
Seharian ini (Sabtu, 16 Oktober 2010), saya menyampaikan dua materi untuk LKMM Pra TD FIK Unesa, yakni tentang Pengenalan Diri dan Persepsi. Untuk materi persepsi bisa diunduh di sini, sedangkan lingkup pengenalan diri sudah saya upload di sini.
Baca Selengkapnya →LKMM PRA TD 2010