09 Maret 2014

Seri Jurnalistik 5: DAYATARIK DAN ASAS MANFAAT SEBUAH TULISAN


A.  Daya Tarik Sebuah Tulisan
Mengapa tulisan harus memiliki daya tarik? Tulisan harus memiliki daya tarik agar dibaca orang. Kalau tulisan dalam sebuah media cetak tidak dibaca orang, oplah media cetak tersebut akan kecil dan iklannya juga tidak ada. Akibatnya, kehidupan media tersebut menjadi tidak sehat.
Apakah yang disebut daya tarik sebuah tulisan? Daya tarik sebuah tulisan berasal dari daya tarik meteri (bahan) tulisan tersebut. Bahan tulisan akan menarik apabila menyangkut hal-hal yang: baru, aneh, luarbiasa, kontroversial, populer, menyangkut hajat hidup orang banyak, kedekatan dll.
Mengapa hal-hal baru, aneh, luarbiasa, kontroversial, populer, menyangkut hajat hidup orang banyak, kedekatan dll, selalu menarik bagi pembaca? Baru: Baju baru, rumah baru, teman baru, dll. yang baru selalu lebih menarik dibanding baju lama, rumah lama, teman lama dll. Binatang aneh, tanaman aneh, orang aneh, rumah aneh dll, selalu lebih menarik dari binatang biasa, tanaman biasa, orang biasa, rumah biasa dll. Suhu udara di Indonesia normalnya antara 18 sd. 30 ° C. Kalau tiba-tiba suhu udara naik sampai 32 ° C sudah luar biasa. Kalau naiknya sampai 35 ° C maka itu berarti sangat luarbiasa. Tokoh yang selalu baik atau selalu jahat, meskipun menarik masih tetap kalah menarik dibanding dengan tokoh yang kadang-kadang sangat baik namun kadang-kadang juga sangat jahat (kontroversial). Sesuatu (tokoh, tempat, bangunan dll), yang populer (populis) selalu lebih menarik dibanding yang tidak populer. Komoditas beras lebih menarik dibanding sorghum karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Namun sorghum bisa menarik kalau diambil angle anehnya. Kecelakaan kereta api yang menewaskan 500 penumpangnya di India kurang menarik bagi pembaca media kita dibanding dengan kecelakaan kereta api yang menewaskan 100 orang di Jawa (karena adanya unsur kedekatan).
Mengapa masalah seks selalu menarik bagi pembaca? Seks menarik bagi pembaca karena dua faktor. Pertama seks sendiri merupakan kebutuhan biologis semua makhluk hidup termasuk manusia (menyangkut hajat hidup orang banyak). Namun di lain pihak, kultur manusia (terutama agama, etika dan moral), telah membatasi (menutup) masalah seks hingga dianggap tabu (tidak layak) untuk dikemukakan di depan umum. Karenanya pornografi lalu dianggap sebagai sesuatu yang kontroversial.
Mengapa peristiwa kriminal dan gosip artis juga menarik bagi pembaca media? Karena kriminalitas mengandung unsur luarbiasa dan kontroversial. Luarbiasa karena perampokan, perkosaan, pembunuhan dll. tindak kriminalitas telah merusak aspek kemanusiaan dan peradaban. Masalah kriminalitas juga kontroversial karena kadang-kadang penanganan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum (polisi, jaksa dan hakim), tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat banyak. Gosip artis menarik perhatian pembaca karena unsur popularitas dari artis tersebut dan juga karena unsur kontroversialnya.

B. Menerapkan Unsur Daya Tarik dalam Penulisan Artikel, Feature dan Esai
Apakah penulisan artikel, feature dan esai juga harus menerapkan pemanfaatan unsur daya tarik sebuah tulisan? Benar. Sebab artikel, feature dan esai yang tidak memanfaatkan unsur daya tarik sebuah tulisan, kalau dikirimkan ke media massa, akan ditolak oleh redakturnya. Kalau tulisan tersebut dipaksakan untuk dimuat (karena unsur pertemanan), sebagian besar pelanggan atau pembeli media cetak tersebut tidak akan membacanya.
Apakah berarti artikel, feature dan esai yang baik hanya yang mengulas tokoh-tokoh baru, aneh, luarbiasa, terkenal dan kontroversial? Tidak juga. Artikel yang mengulas komoditas (misalnya beras atau minyak tanah), fasilitas umum (misalnya bus kota, puskesmas), yang sangat tidak populer, tetap bisa menarik asalkan artikel tersebut membela kepentingan publik. Feature yang mengangkat kuli bangunan, buruh tambang dll. tetap bisa menarik hanya karena kuatnya segi human interest (menyentuh perasaan) banyak pihak. Esai tentang bencana alam juga bisa menggugah pembaca untuk melakukan refelsi dan perenungan.
Apakah metode (gaya) penulisan bisa dijadikan daya tarik utama sebuah artikel, feature dan esai? Bisa asalkan materi pokoknya juga tetap memiliki unsur daya tarik. Metode (gaya) penulisan yang menarik misalnya: agitatif (bergaya propaganda), lucu, menyentuh perasaan, memberi inspirasi dll.
Apakah unsur seks bisa dijadikan daya tarik dalam artikel, feature dan esai? Bisa kalau konteksnya memang ke arah sana. Misalnya saja artikel tersebut membahas UU Perkawinan, penanganan masalah pelacuran, penyakit kelamin dll. Yang tidak dibenarkan adalah, kalau masalah seks tersebut dijadikan unsur daya tarik artikel/feature/esai hanya sebagai bumbu untuk lucu-lucuan.
Mengapa bumbu lucu-lucuan dll. tidak tepat dijadikan unsur daya tarik dalam sebuah artikel, feature dan esai? Karena daya tarik utama sebuah tulisan terletak pada materinya. Penyampaian dengan metode atau gaya yang menarik, hanya akan memberi nilai plus pada tulisan tersebut. Namun tanpa materi yang menarik, metode atau gaya menulis yang menarik tadi justru menyebalkan bagi pembaca karena akan tampak nyinyir, genit dll. padahal materinya sendiri kurang menarik.

C. Asas Manfaat Sebuah Tulisan
Mengapa sebuah tulisan harus punya asas manfaat bagi pembacanya? Sebab tanpa asas manfaat, sebuah tulisan yang sangat menarik pun tetap tidak akan dibaca oleh konsumen. Hingga unsur daya tarik dalam tulisan tersebut, harus tetap relevan dengan target pembaca penerbitan bersangkutan. Sesuatu yang aneh dan luarbiasa bagi kalangan bawah, akan menjadi biasa dan tidak aneh bagi kalangan menengah dan atas. Misalnya makan malam di hotel bintang yang nilainya ratusan ribu rupiah per porsi yang bagi kalangan menengah dan atas biasa dan tidak aneh, menjadi luarbiasa dan anah bagi masyarakat lapis bawah.
Apakah sajakah yang bisa dikatagorikan sebagai asas manfaat tulisan bagi pembaca media massa? Sebuah tulisan dianggap memiliki asas manfaat kalau bisa menghibur, memberikan tambahan pengetahuan, mendidik, memberikan keterampilan, mendatangkan pencerahan, memberi arahan, memecahkan masalah, mendatangkan prestise dll.
Apakah berita kriminal, seks dan gosip artis juga memiliki asas manfaat bagi pembaca? Benar. Media yang dicap murahan karena mengeksploitir berita kriminal, seks dan gosip artis juga tetap punya asas manfaat bagi pembacanya. Asas manfaat tersebut berupa hiburan, pengetahuan dan prestise. Selain telah terhibur, mereka yang memiliki pengetahuan tentang cerita kriminal, seks dan gosip artis, akan merasa dirinya lebih prestisius dalam komunitas mereka dibanding yang tidak memiliki pengetahuan tersebut.
Apakah berita kriminal, seks dan gosip artis murahan itu tidak akan merusak moral masyarakat kita? Tidak. Sebab rusaknya moral masyarakat ditentukan oleh banyak faktor. Terutama oleh lemahnya kontrol sosial dan penerapan hukum. Media massa meskipun berpengaruh sangat besar ke masyarakat, tidak akan mampu merusak moral hanya karena memuat tulisan tentang kriminalitas, seks dan gosip artis. Contohnya, tabloid Inggris (dan juga Eropa pada umumnya) yang disebut Yellow Paper, juga menyajikan hal serupa. Namun masyarakat Inggris dan Eropa tidak kunjung rusak moralnya karena kontrol sosial dan penerapan hukum di sana sudah sangat baik.
Apakah yang dimaksud asas manfaat “memberikan keterampilan”? Yang dimaksud sebuah tulisan memiliki asas manfaat bagi pembacanya, dengan memberikan keterampilan antara lain: resep masakan (terampil memasak), daftar harga (terampil membeli/memilih barang), kisah perjalanan (terampil mengemudi/mengatur kunjungan), pendidikan politik (terampil berdemokrasi); merawat rumah, tanaman dan hewan (terampil mengurus rumah), dll.

D. Menerapkan Unsur Daya Tarik dalam Menentukan Pilihan Tema Tulisan
Mengapa tema tulisan (gagasan awal) harus sudah memiliki daya tarik? Karena kalau tema tulisan yang merupakan gagasan awal ini tidak memiliki daya tarik (jawa = greget); maka penulisnya tidak akan pernah tertarik untuk mengumpulkan bahan, membuat kerangka tulisan dan menuliskannya. Akibatnya, tulisan tersebut tidak akan pernah ada.
Apakah daya tarik tema tulisan yang tinggi bagi penulis tersebut selalu paralel dengan daya tarik yang diinginkan pembaca? Belum tentu. Hingga penulis harus selalu berdiskusi dengan banyak pihak. Seorang penulis ilmiah ternama mengaku selalu berdiskusi dengan para mahasiswanya. Seorang penulis media massa kenamaan juga mengatakan selalu memberikan contoh tulisan pada istri, anak bahkan pembantu rumah tangga serta sopirnya. Mereka ini diharapkan bisa mewakili kepentingan pembaca media pada umumnya.
Apakah kendala utama yang dialami penulis dalam menerapkan unsur daya tarik dalam tema tulisannya? Kendala utamanya adalah, penulis over estimate atau under estimate. Maksudnya penulis mengangap pembacanya terlalu pintar dan cerdas (secerdas dirinya dan teman-temannya), atau menganggap pembacanya terlalu bodoh, hingga tema tulisannya menjadi terkesan menggurui dan menjelaskan sesuatu secara berlebihan, yang sebenarnya sudah diketahui oleh masyarakat.
Bagaimanakah mengatasi kendala over estimate dan under estimate tersebut? Penulis harus membuat garis paralel antara materi tema tulisan dengan target pembaca yang diwakili oleh media cetak yang akan dikirimi tulisan. Misalnya, kalau akan menulis artikel bagi koran Kompas harus memilih materi tema tulisan yang taraf kecerdasannya sama (paralel) dengan para pembaca Kompas pada umumnya. Kalau akan menulis feature di majalah lingkungan yang diterbitkan oleh perguruan tinggi, penulis harus menarik garis paralel antara tema tulisan dengan tingkat pengetahuan serta minat pembaca penerbitan kampus tersebut.
Apakah seorang penulis profesional kenamaan selalu otomastis bisa mengatasi kendala-kendala demikian? Tidak benar. Sebab seorang penulis profesional kenamaan pun kalau melalaikan salah satu kaidah (rumus) baku dalam mengkaitkan unsur daya tarik dengan tema tulisannya, akan mengalami kesulitan atau kegagalan. Artinya, tulisannya akan ditolak oleh redaktur media. Kalau redakturnya menerima karena silau dengan nama besar penulis tersebut, maka pembaca media bersangkutanlah yang akan menolaknya.

E. Rumus Daya Tarik Berdasarkan Skala Prioritas
Apakah artikel, feature atau esai akan diterima (dimuat) oleh media massa, hanya kalau memuat hal-hal yang baru, aneh, luarbiasa, kontroversial, populer, memenuhi hajat hidup orang banyak, memenuhi unsur kedekatan dll? Tidak selalu begitu. Sebab cukup salah satu daya tarik tersebut yang menjadi andalan utama sebuah artikel feature atau esai. Misalnya, artikel/feature/esai tentang iptek lebih mengutamakan unsur kebaruan. Artikel mengenai politik cenderung mementingkan hal-hal yang kontroversial. Artikel/feature/esai tentang industri, masalah sosial dan ekonomi lebih mengutamakan hajat hidup orang banyak. Artikel/feature/esai tentang alam dan lingkungan menuntut hal-hal yang aneh dan luarbiasa. Artikel/feature/esai tentang fasion, show dan kesenian lebih menuntut unsur populer.
Bagaimanakah seorang penulis artikel/feature/esai bisa menentukan unsur daya tarik ini dalam pilihan tema tulisannya? Penulis artikel/feature/esai dibagi menjadi dua. Pertama penulis profesional (biasanya bekerja di media massa) yang memiliki keterampilan menulis tinggi hingga mampu menulis tema apa saja dengan sama baiknya. Penulis demikian akan dengan mudah memilih beragam tema yang menarik untuk ditulis menjadi artikel, feature atau esai. Kedua, profesional dalam salah satu bidang atau sektor kehidupan dan kebetulan bisa menulis. Penulis artikel/feature/esai katagori kedua ini hanya bisa menulis materi sesuai dengan bidang atau sektor yang digelutinya. Misalnya masalah ekonomi, politik, anthropologi, pertanian, sosial budaya, kesenian dll. Bahkan kadang-kadang spesifikasi itu demikian sempitnya hingga seseorang hanya menekuni masalah moneter (ekomomi), pemilihan umum (politik), anggrek (pertanian), musik klasik (kesenian) dll.
Bagaimanakah seorang pemula bisa menentukan sebuah tema menarik atau kurang menarik? Paling mudah adalah memilih tema sesuai dengan bidang, sektor, komoditas atau permasalahan yang sangat dikenalnya. Misalnya seseorang yang latar belakang pendidikannya hukum, akan paling mudah kalau menentukan masalah hukum mana yang paling menarik untuk diulas dewasa ini. Orang yang sehari-harinya bekerja di bank, akan lebih mudah memilih tema menarik mengenai masalah perbankan. Orang yang berasal dari etnis Batak akan lebih mudah memilih tema-tema menarik tentang adat istiadat Batak. Akan sulit kalau mereka yang berpendidikan hukum memilih tema penulisan tentang perbankan, yang bekerja di bank harus memilih tema lingkungan hidup serta orang Batak dipaksa untuk mengambil adat istiadat Sunda sebagai tema tulisannya.
Bagaimanakah kalau seorang pemula ingin menjadi penulis profesional yang serba bisa dan mampu mengangkat tema-tema menarik? Bekal utama penulis profesional yang mampu mengangkat tema-tema menarik adalah, tingkat kecerdasannya harus di atas rata-rata, minat dan perhatiannya juga harus luas, memiliki ketekunan untuk belajar serta memiliki akses informasi yang lengkap. Modal tersebut harus dikumpulkan dan dilatih sejak awal secara terus menerus. Hingga yang harus dilakukan oleh seorang pemula adalah, mulailah banyak membaca dan diskusi lalu menuliskan dan mengirimkannya ke media massa. Atau, paling mudah adalah dengan melamar pekerjaan di media massa besar yang fasilitasnya lengkap.
Bagaimanakah seorang pemula harus memilih tema menarik agar tulisannya (artikel/feature/esai) bisa segera dimuat oleh media massa? Pertama-tama harus ditentukan terget medianya. Apakah akan menulis di Kompas (koran pagi Jakarta), Suara Pembaruan (koran sore Jakarta) Jawa Pos (koran pagi Surabaya), Femina (majalah wanita mingguan Jakarta), atau media lainnya. Tema-tema artikel, feature dan esai yang menarik itu bisa dilihat (disontek) dari tema artikel, feature dan esai yang selama ini dimuat di media tersebut.

F. Menentukan Unsur Asas Manfaat dalam Tema Tulisan
Apakah unsur asas manfaat mutlak harus ditentukan ketika seseorang merancang tema tulisan? Benar. Sebab dari sini akan ditentukan, apakah tulisannya akan diarahkan sekadar untuk hiburan, untuk menambah pengetahuan, untuk pendidikan, untuk memberikan keterampilan, untuk mendatangkan prestise (gengsi), untuk agitasi dll. Unsur asas manfaat ini akan sangat menentukan alternatif pilihan unsur daya tarik yang akan dijadikan tema tulisan.
Apakah kalau unsur asas manfaatnya hanya sekadar untuk hiburan, penulis feature boleh mengeksploitir seksualitas, sensualitas dan voyeurisme? Feature hiburan bisa sangat memanfaatkan unsur daya tarik berupa seksualitas, sensualitas dan voyeurisme. Yang tidak dianjurkan adalah mengeksploitir unsur-unsur tersebut dalam artikel, feature dan esai.
Apakah tulisan yang mengutamakan asas manfaat pendidikan harus berisi petuah-petuah moral, etika dan ajaran spiritual? Belum tentu. Sebab tulisan untuk tujuan pendidikan politik misalnya, bisa hanya berisi studi komparatif proses pemilihan presiden di beberapa negara. Kadang-kadang tulisan yang diharapkan memiliki asas manfaat pendidikan, justru berupa materi yang bersifat negatif. Hal ini bertujuan untuk memberi pengetahuan bagi pembaca tentang hal-hal negatif dari satu permasalahan. Misalnya, artikel untuk majalah intern pendidikan kepolisian, justru berisi pengetahuan tentang bahan-bahan narkotik, teknik-teknik kejahatan dll.
Adakah contoh artikel, feature dan esai yang asas manfaatnya untuk memecahkan masalah dan menambah ketarampilan? Artikel, feature dan esai tentang iptek, otomotif, olahraga, kedokteran, pertanian, komunikasi dll, bisa dikatagorikan sebagai memiliki asas manfaat untuk menambah keterampilan dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh pembaca.
Adakah contoh artikel/feature/esai yang asas manfaatnya untuk agitasi, indoktrinasi, propaganda bahkan untuk cuci otak? Artikel/feature/esai di majalah partai politik, agama (terutama kelompok radikal dan ekstrem), gerakan pembebasan/pembaruan bahkan artikel di buletin perusahaan atau lembaga pemasaran MLM pun sifatnya agitatif dan indoktrinatif.


Referensi

Ermanto, 2005, Wawasan Jurnalistik Praktis, Yogyakarta: Cinta Pena.

F. Rahardi, 2005, Panduan Lengkap Menulis Artikel, Feature, dan Esai untuk Pemula, Handout tidak diterbitkan.

Made Pramono, 2011, E-learning jurnalistik olahraga: http://ilmu.unesa.ac.id

Pape, Susan & Featherstone, Sue, 2005, Newspaper Journalism: A Practical Introduction, London: SAGE Publications Ltd.

Steen, Rob, 2008, Sports Journalism: A Multimedia Primer, New York: Routledge.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar